Rabu, 04 Februari 2009

MAKALAH TENTANG BISNIS PASAR BURUNG

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan ekonomi yang semakin maju dan krisis global kian melanda ekonomi di muka bumi, ditambah dengan adanya penyakit flu burung yang menyerang unggas dan manusia.
Perlu adanya penelitian mengenai bisnis-bisnis yang berhubungan dengan burung dan unggas untuk mengetahui seberapa besar pengaruh burung dan unggas dalam kegiatan ekonomi di Indonesia. Maka dari itu kami mengadakan penelitian mengenai bisnis yang ada di pasar burung, Solo.

B. Tujuan
1. Mengetahui bagaimana keadaan pasar yang di dalamnya dijual banyak burung.
2. Mengetahui seperti apa kegiatan bisnis yang terlaksana di Pasar Burung Depok Surakarta.
3. Mengetahui pengaruh Pasar Burung terhadap wargayang tinggal di sekitarnya.
4. Mengetahui pengaruh kasus Flu Burung terhadap kegiatan bisnis diPasar Burung.
5. Mengetahui cara perawatan burung.



BAB II
PEMBAHASAN


1. Sejarah Singkat
Pasar burung didirikan pada tahun 50-an. Awalnya didirikan di Widuran, tapi karena widuran termasuk daerah perkotaan jadi tidak sepantasnya ada sebuah pasar burung yang keadaannya cenderung kotor, maka pada tahun 80-an Pemkot mengambil keputusan untuk memindahkan pasar burung tersebut ke daerah yang lebih pantas yakni di daerah Depok yang termasuk daerah pinggiran Kota, dan saat ini dinamai dengan Pasar Depok Surakarta. Di dekat Pasar ini didirikan sebuah area pementasan atau area Perlombaan Burung.

2. Keadaan Pasar
Keadaan pasar yang didalamnya dijual banyak fauna itu sangat kotor, dimana mata memandang di situ ada kotoran, baik kotoran yang dibuat oleh fauna didalamnya ataupun kotoran yang dibuat oleh manusia dengan sampah-sampahnya, baunya yang sangat sedap bak kotoran hewan itu pun selalu mendampingi aktifitas bisnis di dalamnya dan selalu membuat takjub para pendatang yang baru sekali berkunjung ke Pasar ini. Dengan lokasi yang begitu sempit baunya pun menjadi lebih unik.
Di dalam area pasar yang sangat sempit ini banyak pedagang berjualan, mereka membayar uang sewa sebesar Rp 2000 perhari untuk sebuah kios berukuran 2mX3m. Karena area pasar begitu sempit banyak penjual yang tidak mendapatkan kios di dalam area pasar sehingga mereka terpaksa berjualan di luar, di pinggir jalan, dengan membayar sewa sebesar Rp 500,00 per hari.

3. Kegiatan Bisnis
Pasar Burung Depok Solo ini biasa ramai pada hari minggu, sehingga penghasilannyapun lebih besar jika dibandingkan dengan hari-hari yang lain,apalagi dengan hari senin perbandingannya sangat jauh,karena hari senin adalah hari sepinya Pasar.Penghasilan yang didapatkan oleh para pedagang yang sudah lama berjualan di pasar burung ini mencapai sekitar Rp.1,5 juta setiap bulan,kata Pak Hadi, termasuk beliau sendiri yang sudah berjualan sejak pasar burung ini masih ada di Widuran. Burung-burung yang beliau jual harganya sangat variatif, mulai dari Rp. 500,00 untuk burung emprit sampai yang mencapai jutaan rupiah seperti Burung Gagak, Kacer Merah dan yang lainnya. Burung yang paling diminati para pembeli adalah Kacer Merah, karena Kacer Merah termasuk Maskot Nasional. Pasokan burung yang diterima Pak Hadi kebanyakan adalah kiriman dari luar kota, tapi masih dalam negeri. Sayangnya Pak Hadi terkadang menjual burung-burung yang dilindungi yang tidak diperbolehkan untuk dijual, seperti Merak, Jalak Bali dan yang lainnya.

4. Pengaruh Pasar Terhadap Warga Sekitar
Sudah sekian lama Pasar Burung telah digunakan untuk melakukan kegiatan bisnis, tentunya sangat memiliki pengaruh pada warga masyarakat yang tinggal disekitarnya, ada yang merasa dirugikan dan ada yang merasa diuntungkan. Sebagaimana Pak Joko, beliau tinggal persis di depan pasar, beliau sama sekali tidak merasa dirugikan bahkan beliau merasa sangat diuntungkan, karena beliau dapat menjual sangkar burung yang penghasilannya bias mencapai 1 juta setiap bulan.

5. Pengaruh Kasus Flu Burung Terhadap Kegiatan Bisnis
Ketika kasus Flu Burung sedang marak-maraknya, banyak warga sekitar pasar yang merasa takut kalau di pasar ini ada yang terkena penyakit ini mereka takut ikut terkena. Tetapi setelah di cek, tidak ada satupun yang terkena penyakit ini dan wargapun kembali tenang. Tetapi karena kasus Flu Burung begitu marak, kegiatan bisnis sedikit terganggu, omset penghasilan sedikit turun, banyak para pendatang yang ingin membeli menjadi takut meskipun sudah dibuktikan bahwa tidak ada yang terkena kasus Flu Burung di pasar ini, sehingga pasar pun menjadi sepi.

6. Perawatan Burung
Agar burung dapat sehat, bersuara merdu dan licah, maka burung perlu dirawat dengan baik. Seperti nasehat Pak Mulyono yang berasal dari Batam. Kalau burung itu mau sehat, dimandikan 2 kali sehari, pagi dan sore dan kandangnya dibersihkan setiap pagi dan pemberian pakan harus dilakukan setiap pagi secara teratur agar burung tidak kelaparan. Untuk suara yang merdu perlu dilatih dengan didengarkan suara kicau burung dalam kaset rekaman, dengan demikian burung dapat lincah dan tidak sakit-sakitan dan dapat diikutsertakan dalam perlombaan. Di Solo diadakan lomba 3 bulan sekali di arena lomba yang terletak di dekat Pasar Burung Depok Surakarta. Kemarin pada bulan Desember 2008 ada sebuah perlombaan besar di sana yang pesertanya tidak hanya dari wilayah solo saja tapi ada yang dari Kalimantan.



BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
v Keadaan Pasar Burung begitu kotor sehingga bau yang tak sedap selalu mendampingi kegiatan bisnis di dalamnya.
v Kegiatan bisnis di pasar burung tetap berjalan lancar meskipun area pasar sangat sempit dan keadaannya begitu kotor
v Warga di sekitar pasar ada yang merasa terganggu dengan keberadaan pasar ini tapi ada juga yang merasa sangat diuntungkan.
v Kasus Flu Burung kemarin sedikit berpengaruh pada kegiatan bisnis di pasar ini, meskipun tidak ada yang terkena kasus ini, pasar yang tadinya ramai menjadi sepi dan omset penghasilan para pedagang pun sedikit turun.
v Agar burung dapat sehat, lincah, punya kicauan yang bagus harus dirawat dengan baik dan dilatih secara rutin.

B. Saran
Seharusnya Pemkot dapat mengelola pasar dengan lebih serius supaya tidak ada pedagang yang menjual hewan-hewan langka yang dilarang untuk dijual, yakni dengan sering mengadakan razia di pasar tersebut untuk mencari hewan yang dilarang dijual tersebut.
Area pasar seharusnya diperluas supaya seluruh pedagang mendapatkan tempat untuk berjualan di dalam area pasar,tidak di pinggir jalan yang terkesan tidak rapi dan dapat mengganggu arus lalu lintas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar