Rabu, 11 Februari 2009

MUNAJAT

Sungguh pujian hanya untuk-Mu, pemilik segala kekayaan. Raja segala raja, dilangit dan di bumi. Demi tuhan, tiada sekutu bagi-Mu!
Ya Rahman, dengarkanlah rayuan nuraniku. Telah kusahut seruan-Mu. Kubisikkan kalimah rindu. Ingin kumiliki al-Hubb yang Abadi.
Teguh qiyamku menghadap istana agung. Dalam lautan manusia menadah do’a. Masihkah terbuka gerbang maghfirah. Sedang aku seorang ma’asi yang terlalu dikit sujudnya?
Biarkan…Biar basah bumi lahirnyaanbiya’. Oleh hujan munajat. Karena tak tertanggung lagi beban noda. Walau tiada arifku. Bisakah luntur ia dari hati. Suci sejernih air zam-zam?
Sadar aku tiada layak menghuni Al-Firdaus. Dalam kerendahan ku sembahkan ruku’. Lazim mendamba mercu kasih yang hakiki. Hingga keringat membawa pergi segala dosa.
Allahumma…Andai esok ditakdirkan bertemu-Mu di Mahsyar. Hanya ridho-Mu yang hamba harap.


PENYAKIT

Rasulullah SAW bersabda kepada menantunya, Ali r.a. , “Wahai Ali, setiap sesuatu pasti ada penyakitnya.
Penyakit bicara adalah bohong,
Penyakit ilmu adalah lupa,
Penyakit ibadah adalah riya’,
Penyakit akhlaq mulia adalah kagum kepada diri sendiri,
Penyakit berani adalah menyerang,
Penyakit dermawan adalah mengungkap pemberian,
Penyakit tampan adalah sombong,
Penyakit bangsawan adalah membanggakan diri,
Penyakit malu adalah lemah,
Penyakit mulia adalah menyombongkan diri,
Penyakit kaya adalah kikir,
Penyakit agama adalah nafsu yang diperturutkan…. ”
Ketika berwasiat kepada Ali r.a. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Ali, orang riya’ itu punya tiga cirri,yaitu: rajin beribadah ketika dilihat orang,malas ketika sendirian dan ingin mendapat pujian dalam segala perkara.”
Wahai Ali, jika engkau dipuji orang, maka berdo’alah, “Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik daripada yang dikatakannya, ampunilah dosa-dosaku yang tersembunyi darinya, dan janganlah kata-katanya mengakibatkan siksaan bagiku…”
Ketika ditanya bagaimana cara mengobati hati yang sedang resah dan gundah gulana, Ibnu Mas’ud r.a. berkata, “Dengarkanlah bacaan Al Qur’an atau datanglah ke masjid-masjid dzikir atau pergilah ke tempat yang sunyi untuk berkhalwat dengan Allah SWT jika belum terobati juga, maka mintalah kepada Allah SWT hati yang lain, karena sesungguhnya hati yang kamu pakai bukan lagi hatimu…”

Kamis, 05 Februari 2009

MENAHAN MARAH

“ Siapa yang menahan marah, padahal ia bisa melepaskan kemarahannya, maka kelak pada hari kiamat, Allah akan memanggilnya di depan sekalian makhluk. Kemudian, disuruhnya memilih bidadari sekehendaknya.”(HR. Abu Dawud – At-Tirmidzi)
Tingkat kekuatan seseorang dalam menghadapi kesulitan hidup memang berbeda. Ada yang mampu menghadapi kesusahan dengan perasaan tenang. Namun ada pula orang yang menghadapi persoalan kecil saja dianggapnya begitu besar. Semuanya bergantung pada kekuatan ma’nawiyah(keimanan) seseorang.
Pada dasarnya tabiat manusia yang beragam: keras dan tenang, cepat dan lambat, bersih dan kotor, berhubungan erat dengan keteguhan dan kesabarannya berinteraksi dengan orang lain.
Orang yang memiliki keteguhan iman akan menghadapi orang lain dengan sikap pemaaf,tenang dan lapang dada.
Adakalanya diri merasa begitu marah dengan seseorang yang menghina. Kemarahan begitu memuncak seolah jiwa hilang kesadaran. Diri merasa tidak mampu menerima penghinaan itu. Kecuali, dengan marah atau bahkan dengan menumpahkan darah. Na’udzubillah.
Rasulullah saw. Juga pernah marah. Namun, marahnya tidak melampaui batas kemuliaan. Itupun dilakukan bukan karena masalah pribadi, melainkan karena kehormatan Agama Allah.
Rasulullah saw. Bersabda, “Memaki-maki orang muslim adalah fasik(dosa), dan memeranginya adalah kufur(keluar dari Islam).”(HR. Bukhari)
Sabdanya pula, “Bukanlah seorang mu’min yang suka mencela, pengutuk, kata-katanya keji dan kotor.”(HR. Turmudzi)

Rabu, 04 Februari 2009

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI


Memasuki abad ke-21, bidang teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat yang dipicu oleh temuan dalam bidang rekayasa material mikroelektronoka. Perkembangan ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan perilaku dan aktivitas manusia kini tergantung kepada teknologi informasi dan komunikasi. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu mengantisipasi pesatnya perkembangan tersebut.
Mata pelajaran ini perlu diperkenalkan, dipraktekkan dan dikuasai peserta didik sedini mungkin mungkin agar mereka memiliki bekal untuk menyesuaikan diri dalam kehidupan global yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat. Untuk menghadapi perubahan tersebut diperlukan kemampuan dan kemauan belajar sepanjang hayat dengan cepat dan cerdas. Hasil-hasil teknologi informasi dan komunikasi banyak membantu manusia untuk dapat belajar secara cepat.
Dengan demikian selain sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk merevitalisasi proses belajar yang pada akhirnya dapat mengadaptasikan peserta didik dengan lingkungan dan dunia kerja. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diajarkan sebagai salah satu mata pelajaran Ketrampilan yang pelaksanaannya dapat dilakukan secara terpisah atau bersama-sama dengan mata pelajaran ketrampilan lainnya.
Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Memahami teknologi informasi dan komunikasi
2. Mengembangkan ketrampilan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
3. Mengembangkan sikap kritis, kreatif, apresiatif danb mandiri dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
4. menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

MAKALAH TENTANG BISNIS PASAR BURUNG

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan ekonomi yang semakin maju dan krisis global kian melanda ekonomi di muka bumi, ditambah dengan adanya penyakit flu burung yang menyerang unggas dan manusia.
Perlu adanya penelitian mengenai bisnis-bisnis yang berhubungan dengan burung dan unggas untuk mengetahui seberapa besar pengaruh burung dan unggas dalam kegiatan ekonomi di Indonesia. Maka dari itu kami mengadakan penelitian mengenai bisnis yang ada di pasar burung, Solo.

B. Tujuan
1. Mengetahui bagaimana keadaan pasar yang di dalamnya dijual banyak burung.
2. Mengetahui seperti apa kegiatan bisnis yang terlaksana di Pasar Burung Depok Surakarta.
3. Mengetahui pengaruh Pasar Burung terhadap wargayang tinggal di sekitarnya.
4. Mengetahui pengaruh kasus Flu Burung terhadap kegiatan bisnis diPasar Burung.
5. Mengetahui cara perawatan burung.



BAB II
PEMBAHASAN


1. Sejarah Singkat
Pasar burung didirikan pada tahun 50-an. Awalnya didirikan di Widuran, tapi karena widuran termasuk daerah perkotaan jadi tidak sepantasnya ada sebuah pasar burung yang keadaannya cenderung kotor, maka pada tahun 80-an Pemkot mengambil keputusan untuk memindahkan pasar burung tersebut ke daerah yang lebih pantas yakni di daerah Depok yang termasuk daerah pinggiran Kota, dan saat ini dinamai dengan Pasar Depok Surakarta. Di dekat Pasar ini didirikan sebuah area pementasan atau area Perlombaan Burung.

2. Keadaan Pasar
Keadaan pasar yang didalamnya dijual banyak fauna itu sangat kotor, dimana mata memandang di situ ada kotoran, baik kotoran yang dibuat oleh fauna didalamnya ataupun kotoran yang dibuat oleh manusia dengan sampah-sampahnya, baunya yang sangat sedap bak kotoran hewan itu pun selalu mendampingi aktifitas bisnis di dalamnya dan selalu membuat takjub para pendatang yang baru sekali berkunjung ke Pasar ini. Dengan lokasi yang begitu sempit baunya pun menjadi lebih unik.
Di dalam area pasar yang sangat sempit ini banyak pedagang berjualan, mereka membayar uang sewa sebesar Rp 2000 perhari untuk sebuah kios berukuran 2mX3m. Karena area pasar begitu sempit banyak penjual yang tidak mendapatkan kios di dalam area pasar sehingga mereka terpaksa berjualan di luar, di pinggir jalan, dengan membayar sewa sebesar Rp 500,00 per hari.

3. Kegiatan Bisnis
Pasar Burung Depok Solo ini biasa ramai pada hari minggu, sehingga penghasilannyapun lebih besar jika dibandingkan dengan hari-hari yang lain,apalagi dengan hari senin perbandingannya sangat jauh,karena hari senin adalah hari sepinya Pasar.Penghasilan yang didapatkan oleh para pedagang yang sudah lama berjualan di pasar burung ini mencapai sekitar Rp.1,5 juta setiap bulan,kata Pak Hadi, termasuk beliau sendiri yang sudah berjualan sejak pasar burung ini masih ada di Widuran. Burung-burung yang beliau jual harganya sangat variatif, mulai dari Rp. 500,00 untuk burung emprit sampai yang mencapai jutaan rupiah seperti Burung Gagak, Kacer Merah dan yang lainnya. Burung yang paling diminati para pembeli adalah Kacer Merah, karena Kacer Merah termasuk Maskot Nasional. Pasokan burung yang diterima Pak Hadi kebanyakan adalah kiriman dari luar kota, tapi masih dalam negeri. Sayangnya Pak Hadi terkadang menjual burung-burung yang dilindungi yang tidak diperbolehkan untuk dijual, seperti Merak, Jalak Bali dan yang lainnya.

4. Pengaruh Pasar Terhadap Warga Sekitar
Sudah sekian lama Pasar Burung telah digunakan untuk melakukan kegiatan bisnis, tentunya sangat memiliki pengaruh pada warga masyarakat yang tinggal disekitarnya, ada yang merasa dirugikan dan ada yang merasa diuntungkan. Sebagaimana Pak Joko, beliau tinggal persis di depan pasar, beliau sama sekali tidak merasa dirugikan bahkan beliau merasa sangat diuntungkan, karena beliau dapat menjual sangkar burung yang penghasilannya bias mencapai 1 juta setiap bulan.

5. Pengaruh Kasus Flu Burung Terhadap Kegiatan Bisnis
Ketika kasus Flu Burung sedang marak-maraknya, banyak warga sekitar pasar yang merasa takut kalau di pasar ini ada yang terkena penyakit ini mereka takut ikut terkena. Tetapi setelah di cek, tidak ada satupun yang terkena penyakit ini dan wargapun kembali tenang. Tetapi karena kasus Flu Burung begitu marak, kegiatan bisnis sedikit terganggu, omset penghasilan sedikit turun, banyak para pendatang yang ingin membeli menjadi takut meskipun sudah dibuktikan bahwa tidak ada yang terkena kasus Flu Burung di pasar ini, sehingga pasar pun menjadi sepi.

6. Perawatan Burung
Agar burung dapat sehat, bersuara merdu dan licah, maka burung perlu dirawat dengan baik. Seperti nasehat Pak Mulyono yang berasal dari Batam. Kalau burung itu mau sehat, dimandikan 2 kali sehari, pagi dan sore dan kandangnya dibersihkan setiap pagi dan pemberian pakan harus dilakukan setiap pagi secara teratur agar burung tidak kelaparan. Untuk suara yang merdu perlu dilatih dengan didengarkan suara kicau burung dalam kaset rekaman, dengan demikian burung dapat lincah dan tidak sakit-sakitan dan dapat diikutsertakan dalam perlombaan. Di Solo diadakan lomba 3 bulan sekali di arena lomba yang terletak di dekat Pasar Burung Depok Surakarta. Kemarin pada bulan Desember 2008 ada sebuah perlombaan besar di sana yang pesertanya tidak hanya dari wilayah solo saja tapi ada yang dari Kalimantan.



BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
v Keadaan Pasar Burung begitu kotor sehingga bau yang tak sedap selalu mendampingi kegiatan bisnis di dalamnya.
v Kegiatan bisnis di pasar burung tetap berjalan lancar meskipun area pasar sangat sempit dan keadaannya begitu kotor
v Warga di sekitar pasar ada yang merasa terganggu dengan keberadaan pasar ini tapi ada juga yang merasa sangat diuntungkan.
v Kasus Flu Burung kemarin sedikit berpengaruh pada kegiatan bisnis di pasar ini, meskipun tidak ada yang terkena kasus ini, pasar yang tadinya ramai menjadi sepi dan omset penghasilan para pedagang pun sedikit turun.
v Agar burung dapat sehat, lincah, punya kicauan yang bagus harus dirawat dengan baik dan dilatih secara rutin.

B. Saran
Seharusnya Pemkot dapat mengelola pasar dengan lebih serius supaya tidak ada pedagang yang menjual hewan-hewan langka yang dilarang untuk dijual, yakni dengan sering mengadakan razia di pasar tersebut untuk mencari hewan yang dilarang dijual tersebut.
Area pasar seharusnya diperluas supaya seluruh pedagang mendapatkan tempat untuk berjualan di dalam area pasar,tidak di pinggir jalan yang terkesan tidak rapi dan dapat mengganggu arus lalu lintas.

Selasa, 03 Februari 2009

MENJAGA LISAN


Wahai manusia jagalah lisanmu
Karena dia itu ular,jangan sampai menggitmu
Berapa banyak penghuni kubur adalah kurban lisannya
Seorang pemberanipun takut menemuinya
Karena ketergelinciran lisan seorang bisa mati
Seorang tak kan mati karena tergelincir kaki
Tergelincir dengan lisan sebabkan kepala tiada
Sedangkan tergelincir dengan kaki akan sembuh tanpa luka
Hati laksana periuk yang mendidihkan isi yang terkandung di dalamnya. Lisan adalah laksana gayungnya. Maka perhatikanlah ketika seseorang sedang berbicara. Karena lisannya akan menuangkan isi hatinya,manis,masam,segar,sangat asin ataukah rasa yang lain. Akan jelas bagi kita rasa hatinya dengan gayung lisannya.
“pada hari ketika lidah,tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”[Qs.An Nuur: 24]
“…mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”[Qs. Al Ahzab:19]
“(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya di hari kiamat, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun bahwa mereka disesatkan. Ingatlah amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.”[An Nahl :25]
“kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.”[Qs.Fushshilat:22]

DO'A KU

DO’A MOHON DIBERI PENERANG HATI

Ya Allah,
Keluarkanlah aku dari kegelapan ragu-ragu,
Karuniai aku dengan sinaran kefahaman,
Bukakanlah untukku pintu ilmu pengetahuan,
Hiasilah aku dengan budi pekerti yang baik dan penyantun,
YaAllah,
Sinarilah aku dengan sinar hidayahMu,
Seperti Engkau menyinari langit dan bumi selama-lamanya,
Dengan rahmatMu,
Wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segenap Yang Pengasih.