Senin, 23 Januari 2012

AKUPUNKTUR VS STROKE

BLOGNYA dr FRANK BERTHOLD
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun sebagai praktisi akupunktur, saya mengalami banyak hal yang membuat saya berkesimpulan bahwa keberhasilan suatu terapi sangat tergantung dari penguasaan ilmu (profesi) kita, selain juga tergantung dari hal yang bersifat empirik.

Walaupun ilmu akupunktur telah dikenal lebih dari 4000 tahun, namun perkembangannya sangat lambat.
Hal ini adalah karena akupunktur senantiasa disikapi dan dipraktekkan secara empirik
Berbeda dengan kedokteran barat yang sarat riset ilmiah, dan tak jarang menghasilkan terobosan yang sekaligus menggugurkan standard lama yang bersifat empirik.

Dalam praktek sehari hari, saya menggabungkan akupunktur dengan logika anatomi dan faal secara bersamaan. Kasus yang banyak saya tangani adalah: kecantikan, pelangsingan, kelumpuhan, masalah kesuburan, gagal ginjal, DM, impotensi, dan penyakit dalam (non infeksi) lainnya.
Sesuai dengan topik, yang akan saya bahas kali ini adalah STROKE.

Baik stroke Hemorrhagik maupun Non Hemorrhagik (Iskemik), dampaknya adalah kelumpuhan.
Kerusakan neuron (sel syaraf) akibat kurang pasokan darah, bersifat permanen.
Kendatipun demikian, tidak semua neuron (dengan fungsi yang sama) mengalami kerusakan.
Masih banyak neuron cadangan yang dapat diaktifkan untuk berperan.

Para praktisi medis biasanya akan mengobati pasien dengan obat yang bersifat “vasodilator” dan “neurotropik”, dengan harapan akan terjadinya perbaikan vaskularisasi, perbaikan neuron yang rusak (?), dan mengaktifkan neuron cadangan.
Dalam hal ini, yang harus dicermati adalah, merupakan suatu fakta bahwa neuron cadangan belum masuk kedalam suatu network (namanya juga “cadangan”?).
Seyogyanya setiap axon dari neuron cadangan harus berhubungan dengan dendrit neuron berikutnya dan seterusnya, sehingga terbentuklah suatu network neuronal yang baru.

Sekarang timbul pertanyaan: “Adakah obat yang dapat langsung membentuk serta mengaktifkan
suatu network neuronal yang baru”?
“Dapatkah obat tersebut hanya terfokus pada tempat dimana terjadinya gangguan saja, sehingga tidak menimbulkan efek samping ditempat lain”?

Dengan akupunktur, masalah yang kompleks ini dapat diatasi dengan cara yang lebih sederhana dan rasional.
Yang harus dilakukan adalah, memberikan rangsangan listrik arus lemah dengan frekwensi tertentu lamgsung pada nervus utama yang mempersyarafi anggota tubuh yang lumpuh.
Hipotesanya adalah, arus balik listrik tadi akan mengakibatkan dendrit dan axon dari neuron neuron cadangan terimpuls untuk saling kontak.
Dengan demikian, terjalinlah suatu network neuronal yang baru.
Dengan terbentuknya network neuronal yang baru ini, barulah obat obatan tadi dapat bermakna.

Pada banyak kasus yang saya tangani, rangsangan langsung pada nervus menghasilkan gerakan gerakan langsung dari anggota tubuh yang tadinya lumpuh.
Karena pasien merasakan dan melihatnya sendiri, maka efek sugesti menjadi ikut berperan, sehingga pemulihan terjadi dengan lebih cepat.
Pasien yang telah lumpuh lebih dari 4 tahun pun masih tetap memberikan respons yang baik terhadap terapi dengan akupunktur.

Insya Allah tulisan ini dapat membangkitkan rasa percaya diri para penderita kelumpuhan beserta keluarganya.
Percayalah bahwa dunia pengobatan senantiasa menghasilkan terobosan terobosan baru.

http://frankberthold.wordpress.com/2008/01/20/akupunktur-vs-stroke/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar